Halaman

Jumat, 27 Desember 2013

Despicable Me



Directed : Pierre Coffin, Chris Renaud, Sergio Pablos 
Produced : John Cohen, Janet Healy, Chris Meledandri 
Written : Ken Daurio, Cinco PaulStarring Steve Carell, Jason Segel, Russell Brand, Julie Andrews, Will Arnett, Kristen Wiig, Miranda Cosgrove, Dana Gaier, Elsie Fisher, Jack McBrayer, Mindy Kaling
Music : Heitor Pereira, Pharrell Williams
Editing : Gregory Perler, Pam Ziegenhagen Studio Illumination Entertainment
Distributed : Universal Pictures 
Running time : 95 minutes 
Country : United States 
Language : English


Universal Pictures, melalui Illumination Entertainment, akhirnya ikut serta dalam persaingan untuk perilisan film-film animasi Hollywood. Sedikit tertinggal dari rumah-rumah produksi lainnya, namun melalui Despicable Me — yang memanfaatkan dengan tepat penggunaan teknologi 3D seperti halnya How to Train Your Dragon beberapa waktu yang lalu — Universal Pictures sepertinya akan mampu membuktikan bahwa mereka berada di posisi yang tidak terlalu jauh dari para pesaingnya.

Despicable Me sendiri memusatkan perhatian kisahnya pada karakter Gru (Steve Carell), seorang pria penyendiri yang menganggap dirinya sebagai seorang penjahat paling hebat di dunia. Hal itu tiba-tiba berubah ketika ia mengetahui kalau seorang penjahat lain berhasil melakukan kejahatan terbesar di dunia: mencuri piramid Giza di Mesir. Gru, bersama minion, sekelompok kaki tangannya yang berukuran mini, dan asistennya, Dr Nefario (Russell Brand), kemudian bersiap untuk merancang sebuah bentuk kejahatan yang akan kembali menempatkannya di posisi teratas: mencuri bulan.

Untuk melaksanakan rencana tersebut, yang dibutuhkan Gru hanyalah sebuah alat pengecil yang saat ini dikuasai oleh Vector (Jason Segel), penjahat baru yang ternyata merupakan penjahat yang berhasil mencuri piramid Giza. Kebingungan untuk mencari jalan memasuki markas besar Vector, Gru kemudian memanfaatkan keluguan tiga gadis yatim piatu, Margo (Miranda Cosgrove), Edith (Dana Gaier) dan Agnes (Elsie Fisher), untuk melakukannya.

Keberadaan tiga gadis kecil tersebut tanpa disangka-sangka memberikan pengaruh lain pada kehidupan Gru. Gru yang selama ini hidup menyendiri kini harus mulai membiasakan dirinya dengan kehadiran tiga gadis tersebut, yang malah mulai menganggap kehadiran Gru sebagai seorang sosok ayah bagi mereka. Tentu saja Gru pada awalnya membenci pemikiran tersebut, namun secara perlahan, Gru mulai merasa bahwa kehidupannya menjadi lebih menyenangkan dengan kehadiran Margo, Edith dan Agnes.

Tentu, Universal Pictures bukanlah Disney ataupun Pixar yang selalu berhasil dalam memberikan porsi yang tepat antara sebuah tayangan yang menghibur dengan tayangan yang dapat menyentuh penontonnya. Hal itu dapat dirasakan dalam naskah cerita Despicable Me yang sangat terlihat masih berusaha untuk memberikan porsi yang pas agar film ini tidak terlalu dominan sebagai sebuah tayangan yang hanya dapat dinikmati oleh sekelompok penonton saja.

Bagian terlemah film ini berada pada bagian awal film, dimana karakter Gru dikenalkan kepada para penontonnya. Gru, yang digambarkan sebagai seorang penjahat dan penyendiri, harus diakui bukanlah seorang karakter yang dapat dengan mudah untuk disukai. Akibatnya, bagian pengenalan terhadap Gru yang diletakkan di bagian awal film dan dalam durasi yang tidak singkat menjadi bagian yang sama kurang menariknya dengan kepribadian Gru. Untungnya,Despicable Me perlahan-lahan mulai beranjak dengan mengenalkan banyak karakter yang membuat cerita film ini lebih berwarna.

Kehadiran trio gadis cilik, Margo, Edith dan Agnes adalah bagian terbaik film ini. Bahkan ketika ketiga karakter ini masih diceritakan belum bertemu dengan karakter Gru, bagian kisah mereka menjadi sebuah bagian kisah drama yang cukup menarik dan menyentuh akibat karakterisasi yang tepat. Ditambah dengan kehadiran para minions yang setia menghibur di sela-sela film ini, barulah karakter Gru seperti menemukan pendamping yang tepat dan perlahan mulai berubah menjadi seorang karakter yang dapat dimengerti dan mudah untuk disukai.

Naskah cerita yang tidak menawarkan sesuatu yang baru, dan kurang tergali dengan baik di beberapa bagian, untungnya dapat ditutupi dengan penampilan para pengisi suaranya yang dapat menghidupkan setiap karakter yang ada di film ini. Steve Carell, yang mengisisuarakan karakter Gru, adalah yang mendapatkan kredit utama untuk film ini. Lewat suara Carell, penonton mampu mengikuti perubahan karakter Gru yang berubah seiring dengan berjalannya film. Selain Carell, sepertinya tidak ada pengisi suara lain yang dominan. Namun nama-nama seperti Miranda Cosgrove, Will Arnett, Jason Segel, Kristen Wiig dan Russell Brand berhasil membawakan suasana yang menyegarkan di sepanjang film.

Penggunaan teknologi 3D pada film ini dapat dikatakan berhasil pada beberapa bagian. Walaupun tidak terasa dominan, dan tidak seberhasil How to Train Your Dragon, namun bagian-bagian dimana teknologi 3D tersebut bekerja dengan sangat baik — bagian rollercoaster dan perjalanan ke luar angkasa — mampu memberikan momen-momen tersendiri di dalam penceritaan Despicable Me.

Kalau ingin menilai Despicable Me secara keseluruhan, para pembuat film ini sepertinya masih terlalu terfokus dalam menghasilkan gambar-gambar yang dapat memanfaatkan teknologi 3D yang digunakan film ini secara maksimal. Usaha ini sebenarnya cukup berhasil, namun sayangnya, di lain pihak, naskah Despicable Me sepertinya terlalu biasa untuk mendapatkan perlakuan yang sangat istimewa tersebut. Untunglah karakter-karakter di film ini diciptakan cukup berwarna dan mampu mengisi kekurangan satu sama lain. Sebagai usaha pertama Universal Pictures, Despicable Mecukup ampuh untuk mengancam keberadaan DreamWorks sebagai pesaing utama Disney/Pixar.

Bola Kampung



'Bola Kampung'

Amanda merupakan seorang puteri yang berasal dari dunia maya sebuah permainan bernama ‘Kingdom Hill’. Baginda telah dihantar ke Kampung Gong Lechar untuk mencari Perwira Suria, iaitu penyelamat yang boleh menamatkan krisis yang sedang melanda kerajaannya.

Malangnya, baginda hilang ingatan sebaik sahaja tiba di Kampung Gong Lechar. Iwan yang merupakan hero Bola Kampung telah tersalah sangka bahawa Puteri Amanda adalah saudaranya yang sepatutnya datang melawatnya di kampung semasa cuti sekolah. Baginda puteri kemudiannya menghabiskan masanya beramah-mesra bersama Iwan dan rakan-rakannya. Tidak beliau sedari akan hakikat bahawa seorang anasir perosak dari dunia permainan maya yang berniat untuk membunuh baginda telah muncul di Kampung Gong Lechar.

Ingatan Puteri Amanda kembali pulih sedikit demi sedikit. Misinya untuk mencari pahlawan terpilih iaitu Perwira Suria telah berjaya apabila beliau menyedari bahawa Saboklah perwira yang dicari-cari selama ini. Malang sekali, Puteri Amanda telah ditangkap dan dilarikan oleh anasir perosak dan dipaksa untuk pulang ke dunia permainan maya, Kingdom Hill.

Iwan dan rakan-rakannya bersiap-sedia untuk menyelamatkan Puteri Amanda dan kerajaannya daripada serangan anasir perosak tersebut. Kumar yang merupakan seorang saintis muda kampung itu menyedari bahawa permainan alam maya terkemuka Kingdom Hill telah diserang virus dan mengesyaki virus yang sama menjadi punca kekacauan yang melanda keselamatan kerajaan maya itu.

Iwan, Sabok dan Azizul kemudian memasuki dunia maya Kingdom Hill dengan tujuan untuk menyelamatkan Puteri Amanda sekaligus menghancurkan niat jahat Lord Vilas untuk menakluki kerajaan Kingdom Hills.

Kill Em All 2013


http://services.windowsmedia.com/dvdcover/cov150/drv400/v459/v45956tdiis.jpg

'Kill Em All 2013'

Genre: Action
Release: 2012
Director: Raimund Huber
Distributor:Well Go USA
Starring: Johnny Messner

Pembunuh internasional terkunci di dalam sebuah bunker berteknologi tinggi yang dikenal sebagai Gedung Membunuh. Untuk keluar dari neraka beton ini HARUS saling bertarung, melawan ninja mematikan dan melawan geng maniak bertopeng. Dan ... jika mereka bertahan hidup, akan menghadapi Snakehead: anjing mematikan, yang tidak akan berhenti untuk membunuh mereka semua.

Jumat, 13 Desember 2013

13 Eerie 2013

'13 Eerie 2013'

Genre: Horror | Sci-Fi
Director: Lowell Dean
Starring: Katharine Isabelle, Michael Shanks, Brendan Fehr
Release Title: 13 Eerie 2013 BRRip X264-PLAYNOW
Release Date: 18.10.2013
Size : 783MB

Direktur Canadian Lowell Dean tampaknya memiliki masa depan yang cerah di depannya dalam bisnis film . Direktur pertama kali ini telah dibuat film rakasa sangat kencang dan menegangkan di 13 Eerie . Tujuan dari 13 Eerie adalah untuk fashion throwback 80 rakasa film dan oleh astaga , Dean dan perusahaan memukul paku tepat di kepala . Ada begitu banyak film zombie untuk keluar dalam beberapa tahun terakhir dan meskipun saya benar-benar mencintai zombie , hampir sampai ke titik di mana Anda bosan melihat mereka dalam film setelah film yang di mana tidak ada yang baru diperkenalkan . Ada sangat sedikit film akhir-akhir ini yang telah mendapatkan hal zombie benar , pada kenyataannya , saya bisa menghitung orang-orang besar pada kedua tangan dengan sisa mereka menjadi vulkanisir membosankan dari cerita yang sama hanya dengan wajah segar .

Penulis Kristen Piers Betley dan sutradara Dean telah berhasil melakukan sesuatu yang sangat menakjubkan dengan zombie - seperti Horror Masyarakat : 13 Eerie ( 2013 ) www.horrorsociety.comcreatures Ulasan di 13 Eerie , mereka telah memberikan kami sesuatu untuk menyegarkan basi sub-genre .

Dalam 13 Eerie , kita diperkenalkan dengan enam mahasiswa undergrad forensik , yang semuanya dalam kompetisi untuk memenangkan posisi pelatihan dengan FBI . Para siswa dan guru mereka tiba di sebuah pulau terpencil untuk latihan mereka yang digunakan untuk menjadi rumah dari fasilitas penjara rahasia di mana tanpa sepengetahuan semua , penjahat jangka hidup secara ilegal diuji pada percobaan dengan biologi
Memimpin latihan adalah Profesor Tomkins ( Michael Shanks - Stargate SG - 1 ) saat ia mendirikan serangkaian tes untuk murid-muridnya Megan ( Katharine Isabelle - Amerika Mary , Ginger Snaps ) , Daniel ( Brendan Fehr - Silent Night , Final Destination ) , Josh ( Brendan Fletcher - Freddy vs Jason ) , dan Patrick ( Jesse Moss - final Destination 3 ) , untuk menganalisis kelompok pada keterampilan forensik mereka. Mayat diambil dari sekarang menutup rahasia fasilitas 13 Eerie digunakan untuk pelatihan forensik siswa .

Horror Masyarakat : 13 Eerie ( 2013 ) Ulasan www.horrorsociety.comAs siswa mulai latihan mereka , sesuatu yang tak terkatakan terjadi dengan mayat karena mereka hidup kembali dengan hanya satu hal dalam pikiran , untuk benar-benar merobek semua orang untuk potongan . Ini jangka hidup mayat kriminal mulai memburu satu kelompok per satu dengan haus darah dan mahasiswa FBI ini sekarang dalam pertarungan untuk bertahan hidup .

Sinopsis resmi menggambarkan makhluk ini sebagai narapidana mutan zombie , setelah menonton film ini , saya akan mengklasifikasikan makhluk ini sebagai monster mutan dengan kecenderungan seperti zombie . Hal-hal ini sangat mirip dengan zombie dan aku bisa melihat mengapa , tapi secara pribadi , saya tidak akan menyebut mereka zombie . Mereka diciptakan dari pengujian biologis , bukan beberapa virus yang tidak dikenal atau tindakan Allah . Apa pun yang Anda ingin menyebutnya hal-hal ini , mereka keren sekali .

Seperti yang saya katakan sebelumnya , Lowell Dean telah mengarahkan salah satu neraka dari sebuah film besar di 13 Eerie . Dia telah mengambil cerita yang sudah besar dan membuatnya sendiri . Ini ditembak dengan baik , diedit dengan baik , dan tampaknya sangat baik untuk sepotong horor anggaran yang rendah . Puncak Horror Masyarakat : 13 Eerie ( 2013 ) Ulasan www.horrorsociety.comthis Film jelas monster , dan mereka dipamerkan dengan beberapa FX kerja yang sangat baik dari Emersen Ziffle dan timnya . Monster mutan adalah ciptaan yang sangat dingin dan Anda tidak perlu khawatir tentang quotient gore dalam film karena hal-hal ini brutal dalam serangan mereka . Saya terkesan dengan jumlah gore dalam film ini , saya benar-benar bersorak di layar setiap kali makhluk ini merobek seseorang .

Kudos kepada pembuat film untuk perakitan cor muda yang hebat untuk film ini . Para aktor yang naik Kanada dan pendatang yang melakukan pekerjaan yang besar dalam film tersebut . ZONA adalah Katharine Isabelle dan Brendan Fehr sebagai lead . Setelah penghargaan peran layak Katharine dalam film Amerika Mary tahun ini sebelumnya , dan penampilannya di 13 Eerie , ia telah disemen statusnya sebagai royalti horor .

Satu-satunya keluhan yang saya miliki tentang film adalah bahwa ada benar-benar ada backstory mengapa monster ini kembali ke kehidupan dan Horror Masyarakat : 13 Eerie ( 2013 ) Ulasan www.horrorsociety.comexactly jenis percobaan dilakukan pada mereka . Mengetahui hal ini akan memberikan pemirsa pemahaman yang lebih baik tentang apa yang mungkin terjadi . Ini bukan pencela utama untuk kesenangan film , tapi mengetahui lebih pasti sudah bagus .

Secara keseluruhan , saya benar-benar menikmati 13 Eerie dan harus mengatakan , ini adalah salah satu yang lebih baik film rakasa pernah saya lihat sejauh ini tahun ini . Sementara pembuat film berusaha untuk mendirikan 80 throwback merasa untuk film , mereka telah mencapai getaran retro luar biasa akurat pada hampir semua lini untuk fitur makhluk ini . Saya tidak bisa merekomendasikan 13 Eerie cukup bagi orang yang mencari sebuah kisah yang hebat , akting , ketegangan , dan di atas semua , beberapa makhluk yang benar-benar keren dengan ember darah dilemparkan untuk mengukur baik , yang satu ini adalah harus melihat !

Semoga Bermanfaat


Admin

Rabu, 11 Desember 2013

Jack the Giant Slayer 2013

'Jack the Giant Slayer 2013'

Sutradara : Bryan Singer
Produser : Neal H. Moritz, David Dobkin, Patrick McCormick
Penulis Naskah : Christopher McQuarrie, Dan Studney, Darren Lemke
Pemain : Nicholas Hoult, Ewan McGregory, Stanley Tucci, Bill Nighy, Ian McShane, Eddie Marsan, John Kassir, Eleanor Tomlinson, Warwick Davis, Ewen Bremner, Sam Creed
Genre : Fantasi, Action
Studio : Warner Bros. Pictures
Tanggal Rilis : 1 Maret 2013

Satu lagi film yang diangkat dari dongeng anak kecil yang populer pada masanya, Jack the Giant Slayer! Film ini adalah film ketiga yang saya tonton di bioskop minggu ini, dan mengingat film ini disutradarai oleh Bryan Singer, saya rasa saya tidak akan melewatkan film yang dibintangi (lagi) oleh Nicholas Hoult ini. Lucunya, review-review ketika film ini rilis kurang begitu banyak yang positif, tapi ketika saya menontonnya langsung kemarin, saya cukup terhibur, memang tidak berekspektasi terlalu tinggi, tapi Jack the Giant Slayer adalah film petualangan fantasi yang lebih menghibur saya daripada Oz the Great and Powerful.

Kalau anda masih ingat dongeng anak kecil tentang biji ajaib yang bisa tumbuh menjadi tanaman besar dan tinggi sampai mencapai langit, itulah premis dari film yang berdurasi hampir dua jam ini. Ceritanya, Jack (Nicholas Hoult) rakyat jelata di kerajaan Cloister tanpa sengaja menyimpan beberapa biji ajaib yang tanpa sengaja juga salah satu biji ajaib tersebut tumbuh besar di rumah Jack. Ketika itu, sang putri kerajaan, Isabelle (Eleanor Tomlinson) sedang bertandang ke rumah Jack dengan dalih tersesat, tapi karena biji ajaib Jack sudah tumbuh dan terus tumbuh sampai ke langit, sang putri terbawa tanaman merambat besar itu. Setelah itu Jack bertekad untuk menyelamatkan sang putri, dibantu para pengawal kerajaan yang loyal, Elmont (Ewan McGregor) dan juga beberapa pengkhianat kerajaan yang mempunyai maksud tersendiri, Roderick (Stanley Tucci), mereka semua memanjat tanaman merambat raksasa tersebut yang tanpa disadari bahwa diatas sana sudah menunggu para raksasa yang menyimpan dendam kesumat pada ras manusia.

Jack the Giant Slayer adalah contoh film petualangan fantasi yang mempunyai plot cerita klasik yang biasa ada di film-film bergenre serupa, tapi Bryan Singer membuat Jack the Giant Slayer menjadi sebuah tontonan yang mengasyikan, karena alur ceritanya disajikan dengan sangat rapih, dimana ketegangan, humor, kisah romansa dan klimaks cerita sudah tertata dengan baik. Tidak ada adegan-adegan yang terasa tidak terlalu penting, semua mengalir dan membuat saya menikmati setiap menitnya walaupun saya sudah tahu bagaimana cerita petualangan Jack berakhir, apalagi ketika melibatkan peperangan antara para raksasa dan manusia, well, sekali lagi, film ini merupakan film petualangan yang asyik untuk disaksikan.

Dengan latar belakang kerajaan jadul di Inggris, maka aktor dan aktris yang meramaikan film ini pun beberapa diantaranya di datangkan dari negeri sang ratu tersebut. Selain Nicholas Hoult yang sudah menjadi ikon remaja zombie romantis di Warm Bodies, masih ada Ewan McGregor yang menjadi partner Nicholas Hoult ketika melawan para raksasa yang menjijikan tersebut. Selain itu, masih banyak aktor dan aktris lain berdarah Inggris yang ikut meramaikan film ini, seperti love interest Jack, Eleanor Tomlinson yang selalu tampil cantik walaupun sedang dalam kondisi siap-siap dimasak oleh para raksasa, he-he.

Overall, Jack the Giant Slayer adalah film hiburan yang komplit untuk keluarga, film ini memiliki semuanya, cerita cinta sejati (yang klise), pesan moral yang sudah biasa kita temui di film manapun, spesial efek yang mulus, aktor dan aktris yang rupawan dan sedikit humor yang porsinya pas, tidak terlalu berlebihan dan tidak terlalu garing juga. Sebagai film kedua dari Nicholas Hoult yang saya tonton di tahun ini, saya yakin ia bisa jadi aktor masa depan yang mungkin bisa menggantikan posisi Ewan McGregor itu sendiri, he-he. Well, tunggu apalagi, anda butuh film hiburan untuk keluarga, Jack the Giant Slayer adalah pilihannya. Enjoy!
 
Semoga Bermanfaat
 
 
Admin

Age of Dinosaurs 2013

'Age of Dinosaurs 2013'

Tanggal Rilis : 19 May 2013
Genre : Action | Sci-Fi
Info : http://www.imdb.com/title/tt2518926/
IMDB Rating : 3.2/10
Quality : Bluray
Stars : Joshua Michael Allen, Max Aria, Ronny Cox
Size : 673MB


Storyline

Using breakthrough flesh-regeneration technology, a biotech firm creates a set of living dinosaurs. But when the creatures escape their museum exhibit and terrorize Los Angeles, a former firefighter must rescue his teenage daughter from the chaos brought on by the Age of Dinosaurs.

Semoga Bermanfaat


Admin

A Viking Saga: The Darkest Day 2013

'A Viking Saga: The Darkest Day 2013'

Sutradara: Chris Crow
Produser: Graham Davidson, Antony Smith
Penulis Naskah: Chris Crow, Graham Davidson
Pemain: Gareth John Bale, Ian Dicks, Richard Elfyn
Genre: Action, Adventure, Thriller
Tanggal Rilis Perdana: 23 Juli 2013

 Sinopsis:

Inspired by true events. Cast into a violent and bloody world of murder, Hereward, a novice monk, must deliver the Holy Gospel of Lindisfarne – a book of great beauty and power – to the safety of the Iona monastery, while being pursued by a Viking death squad hell- bent on its capture. On his way to the monastery, he meets a fierce and skilled swordsman who answers his prayers and dedicates his life to protecting Hereward while he delivers the book. In the midst of their journey, they are confronted by Vikings ready to kill in order to get what they want, leaving Hereward and his protector at their mercy.

Semoga Bermanfaat


Admin

12 Rounds 2 Reloaded 2013

'12 Rounds 2 Reloaded'

* Tayang Indonesia: Juni - Juli 2013
* Rilis Bioskop: 4 June 2013 (USA)
* Genre: Action
* Director: Roel Reiné
* Writer: David Benullo
* Runtime: 95 minutes
* Production Co: WWE Studios
* Rating (MPAA): R
* Cast: Randy Orton

Sebuah Film actions terbaru sequel 12 Rounds 2 yang dibintangi Randy Orton dalam "12 Rounds: Reloaded". Film produksi WWE Studios berdurasi 95 menit yang menampilkan ketegangan ini sudah rilis di Bioskop Juni 2013 secara Internasional (USA).
Penasaran dengan Film ini, langsung saja dilihat Sinopsis Pemain dan Video 12 Rounds: Reloaded 2013 Movie Trailer di Bioskop

# Plot Cerita :
Nick Malloy (Randy Orton) memainkan seorang Emergency Medical Technician (EMT), menemukan dirinya terjebak dalam permainan 12 ronde mematikan kucing dan tikus. Pertarungan main hakim yang terikat pada masa lalu paramedis.
Disaat kehidupan dengan istrinya butuh keseimbangan, dengan sedikit waktu luang sebelum terlambat, Nick Malloy EMT harus mencari tau mengapa dia dipilih untuk menjadi pion dalam permainan maniak "12 Rounds" tersebut.

Semoga Bermanfaat


Admin

Assault on wall street 2013

'Assault on wall street  2013'

* Tayang Indonesia: Mei-Juni 2013
* Rilis Bioskop: 10 Mei 2013 (Limited)
* Genre: Thriller Actions Drama
* Director: -
* Screenwriter: -
* Rating: R
* Companies: Phase 4 Films
* Official from: phase4films.com
* Cast: Dominic Purcell

Film Bioskop Action Terbaru 2013 | Sinopsis Assault on Wall Street 2013 di Bioskop: Sebuah Film Actions Drama Thriller baru “Assault on Wall Street” yang dibintangi Dominic Purcell, Erin Karpluk, Edward Furlong, John Heard, produksi Phase 4 Films ini akan rilis di Bioskop Mei-Juni 2013Internasional dan Indonesia.

Penasaran dengan Film ini, langsung saja dilihat Sinopsis Pemain dan Video Assault on Wall Street 2013 Movie Trailer di Bioskop Terbaruberikut:

# Plot Cerita :

Seorang penjaga keamanan untuk sebuah truk lapis baja, Jim (Dominic Purcell) adalah blue-collar New Yorker yg bekerja keras untuk mencari nafkah. Upahnya untuk mendukung dia dan pemulihan istrinya Rosie (Erin Karpluk), dari penyakit yang nyaris fatal.

Tapi mulai berantakan setelah asuransi kesehatan Rosie berhenti menutupi perawatannya dan tabungan Jim hilang melalui investasi pialang saham nya. Jim dihadapkan pada kesadaran bahwa, setelah dilecehkan dan dieksploitasi oleh lembaga keuangan terlalu lama, dia hanya memiliki satu pilihan: untuk menyerang kembali.

Semoga Bermanfaat


Admin
* Tayang Indonesia: Mei-Juni 2013
* Rilis Bioskop: 10 Mei 2013 (Limited)
* Genre: Thriller Actions Drama
* Director: -
* Screenwriter: -
* Rating: R
* Companies: Phase 4 Films
* Official from: phase4films.com
* Cast:
- Dominic Purcell - See more at: http://www.film21bioskop.com/2013/04/assault-on-wall-street-2013-bioskop.html#sthash.8dIdazGs.dpuf

Jack Reacher 2012

'Jack Reacher 2012'

Sutradara : Christopher McQuarrie
Produser : Tom Cruise, Paula Wagner, Don Granger, Gary Levinsohn, Kevin J. Messick
Penulis Naskah : Christopher McQuarrie, Josh Olson
Pemain : Tom Cruise, Rosamund Pike, David Oyelowo, Richard Jenkins, Alexia Fast, Robert Duvall, Jai Courtney, Werner Herzog, Michael Raymond-James, Josh Helman.
Tanggal Rilis : 21 Desember 2012
Genre : Action
Studio : Paramount Picture
Durasi : 130 menit
Bahasa : Inggris

Jack Reacher sendiri disini dikisahkan dengan bercerita tentang sebuah tragedi yang terjadi di Pittsburgh, Pennsylvania Amerika Serikat. Pada pagi hari waktu setempat yang tenang, seorang penempak sniper menembakkan tembakan sejumlah 6 kali ke arah kerumunan warga sipil dan membunuh 5 orang. Peristiwa tersebut membuat kehebohan di seluruh negara Amerika Serikat. Kemudian pihak kepolisian pun datang dan berhasil mengumpulkan bukti bukti untuk memecahkan kasus tersebut. Pihak kepolisian akhirnya berhasil menyimpulkan bahwa seorang pria yang memiliki nama James Barr yang diperankan oleh Joseph Sikora adalah pelaku penembakan brutal tersebut. Tanpa melakukan perlawanan berarti James Barr bisa diringkus oleh pihak kepolisian yang sudah lama mengincarnya. James sendiri setelah tertangkap bersikeras bahwa dia bukanlah pelaku penembakan dan sebagai pembelaan dirinya dia memanggil Jack Reacher untuk meneliti kasus tersebut dan mengungkap kebenaran untuknya. Jack Reacher diperankan oleh Tom Cruise.

Jack Reacher sendiri adalah seorang mantan tentara Amerika Serikat yang terkenal dan memiliki banyak prestasi atas kasus kasus yang ia pecahkan. Ia tergerak hatinya atas kasus yang menimpa James Barr karena atas tuduhan penembakan brutal yang terjadi pada pagi hari tersebut dan sedang menunggu hukuman mati. Kemudian Jack Reacher sendiri mendatangi James Bar dengan ditemani oleh seorang pengacara cantik Helen Rodin yang diperankan oleh Rosamund Pike. Bersama dengan pengacara cantik tersebut Jack Reacher mulai menemukan beberapa fakta aneh atas peristiwa penembakan yang dilakukan oleh James Barr. Ternyata kasus tersebut cukup rumit dan mereka juga menemukan kalau sedang berada dalam bahaya akibat turut serta dalam meneliti kasus penembakan tersebut.

Sang sutradara juga tidak berlama lama dalam menyimpan siapa pelaku kejahatan sesungguhnya dalam jalan ceritanya. Sehingga meskipun film ini bergenre Detektif tetapi memiliki jalan cerita yang ringan. Dan anda tidak perlum memutar otak lebih keras untuk menelaah atau mengerti jalan cerita film Jack Reacher. Mc Quarrie pun juga berhasil menata naskah film ini diselingi dengan humor segar sekaligus karakter utama Jack Reacher yang cerdas dan pasti cepat disukai oleh para penonton.

Meskipun karakter yang ia perankan tidak terlibat dalam banyak adegan aksi menegangkan, Tom Cruise tetap mampu untuk membuat karakternya tampil begitu kuat. Dari sisi penulisan karakter, McQuarrie berhasil membangun karakter Jack Reacher sebagai sosok yang cerdas namun memiliki kepribadian yang easy going dan cenderung humoris. Cruise kemudian menghidupkan karakter tersebut dengan penampilan yang begitu kharismatik dan menarik perhatian.

Dilihat dari jalan ceritanya film Jack Reacher tidak terlalu istimewa. Tetapi karakter Tom Cruise dan Rosamund Pike dibawah arahan tepat Christopher Mc Quarrie membuat film crime thriller ini dikemas cukup menarik dan terus mempertahankan perhatian dari para penonton untuk menyimak alur cerita setiap menitnya. Cukup menarik ditunggu apakah akan ada efek domino dari film yang diperankan oleh Tom Cruise ini seperti keluarnya Film Jack Reacher 2. Saksikan di bioskop bioskop kesayangan terdekat di kota anda. Jika sudah tidak diputar lagi bisa ditonton di laptop atau komputer masing masing bersama teman atau keluarga.

Semoga Bermanfaat



Admin

Oz the Great and Powerful 2013

'Oz the Great and Powerful 2013'
 
Sutradara : Sam Raimi
Produser : Joe Roth
Penulis Naskah : Mitchell Kapner, David Lindsay-Abaire
Pemain : James Franco, Mila Kunis, Rachel Weisz, Michelle Williams, Zach Braff, Bill Cobbs, Joey King
Distribusi : Walt Disney Pictures
Genre : Petualangan, Fantasi
Durasi : 130 menit
Tanggal Rilis : 8 Maret 2013
Oz the Great and Powerful merupakan film berdurasi 130 menit yang terinspirasi dari novel karya L. Frank Baum yang berjudul “The Wonderful Wizard of Oz“ pada tahun 1900-an dan juga film terdahulunya yang berjudul “The Wizard of Oz” pada tahun 1939.



Dengan mengangkat judul ‘Oz the Great and Powerful’, film ini disutradarai Sam Raimi, diproduksi oleh Joe Roth, Grant Curtis dan Joshua Donen, serta David Lindsay-Abaire dan Mitchell Kapner. Oz the Great and Powerful merupakan film fantasi petualangan Amerika yang menceritakan Oscar Diggs (James Franco) yang seorang pesulap ‘gadungan’ dari sirkus keliling di Kansas, Amerika Serikat. Demi mengejar ambisi untuk menjadi orang terkenal, Oscar yang akrab disapa Oz ini sering mengesampingkan persahabatan, kasih sayang dan kepercayaan orang lain.

Pada suatu ketika ketika ia mendapat balasan dari kelakuannya itu, Oz kemudian melarikan diri dari sirkus keliling dengan menggunakan balon udara. Tanpa disangka, balon yang ditumpanginya terjebak di pusaran tornado dan mengancam jiwa Oz. Saat itulah Oz mengucapkan nazar kalau dirinya selamat dari bencana tersebut ia akan berbuat baik dan berguna bagi orang lain.

Harapan Oz pun terkabul dan ia mendarat di sebuah tempat yang sangat asing. Disana ia berjumpa dengan penyihir Theodora (Mila Kunis), yang menganggap kalau Oz adalah juru selamat kerajaan Emerald dari teror penyihir jahat.

Melihat paras cantik Theodora, Oz pun mulai memainkan ilmu gombalnya. Dan tak membutuhkan waktu lama, Oz berhasil menggaet hati Theodora yang sangat serius untuk menjadi pendampingnya. Namun sang kakak, Evanora (Rachel Weisz) berusaha mempermainkan hati Theodora sekaligus menghasutnya untuk membenci saudara kandungnya Glinda (Michelle Williams) yang dianggap sebagai musuh besarnya.



Setelah sekian lama, akhirnya film Oz the Great and Powerful versi baru tentang dongeng negeri Oz kembali menghiasi layar lebar. Kali ini sutradara Sam Raimi, yang sukses menggarap trilogi Spider-Man mencoba sesuatu yang lebih ‘megah’ lewat kisah fantasi yang penuh keajaiban. Disini penonton akan melihat karakter Oz the Great and Powerful dari seorang pencundang menjadi pahlawan, ditengah dunia yang dikuasai oleh  penyihir. Karakter Oz the Great and Powerful inilah yang membuat kisah dari Oz the Great and Powerful menjadi sangat menarik. Oz tidak digambarkan sebagai sosok pria yang memiliki kekuatan khusus, perkasa dan rela berkorban.

Namun ditengah gejolak jiwa Oscar untuk menolong dan mengambil keuntungan dari negeri Oz yang membuat film ini terasa penuh warna. Ditambah lagi dengan sikap sakit hati yang digambarkan karakter Theodora dan ketidakakuran dengan sesama saudara kandungnya, membuat penonton bertanya-tanya siapakah sosok penyihir jahat sebenarnya.

Semoga Bermanfaat


Admin

Snitch 2013

'Snitch 2013'

- Tayang di Indonesia: MEI 2013
- Rilis Bioskop: 22 Februari 2013 (USA)
- Genre: Action Drama Crime Gangster
- Directed: Ric Roman Waugh
- Writers: Ric Roman Waugh, Justin Haythe
- Studio/Distributor: Summit Entertainment
- Rating: PG-13
- Country: USA - English
- Starring: Dwayne Johnson

Film drama aksi berjudul Snitch yang menjadi debut penyutradaraan bagi Ric Roman Waugh – yang sebelumnya berprofesi sebagai seorang pemeran pengganti untuk film-film seperti Total Recall (1990), The Crow (1994) hingga Gone in Sixty Seconds (2000) – ini juga menawarkan sebuah alur cerita yang hampir serupa. Namun, naskah cerita Snitch – yang juga ditulis oleh Waugh bersama Justin Haythe (Revolutionary Road, 2008) – tidak hanya sekedar menghadirkan kisah petualangan sesosok karakter dalam menghadapi berbagai rintangan fisik yang harus ditempuhnya sebelum berhasil menyelamatkan karakter yang mereka sayangi. Dalam banyak bagiannya, Snitch mampu menghadirkan penggalian yang lebih mendalam kepada setiap karakter yang hadir di dalam jalan cerita dan sekaligus membuat film ini dapat hadir dalam kapasitas drama yang lebih kuat.

Dalam Snitch, Dwayne Johnson berperan sebagai John Matthews, seorang pemilik perusahaan konstruksi yang di suatu hari menerima telepon dari mantan istrinya, Sylvie Collins (Melina Kanakaredes), yang memberitahukan bahwa putera mereka, Jason Collins (Rafi Gavron), telah ditahan oleh pihak kepolisian dengan tuduhan bahwa dirinya terlibat dalam sindikat pengedaran dan penjualan obat-obatan terlarang. Jason sendiri sama sekali tidak bersalah. Ia justru dijebak oleh sahabatnya yang telah terlebih dahulu tertangkap dan kemudian dijanjikan oleh pihak kepolisian akan mendapatkan pengurangan masa tahanan jika dirinya mau membocorkan nama lain yang terlibat dalam sindikat perdagangan obat-obatan terlarang tersebut. Sama seperti halnya dengan sahabatnya tersebut, Jason mendapatkan penawaran yang sama. Namun, Jason lebih memilih untuk menjalani masa tahanan yang seharusnya tidak ia dapatkan daripada harus menjebak orang lain yang sama sekali tidak bersalah seperti dirinya.

Dengan ancaman sepuluh tahun penjara yang dihadapi oleh anaknya, John kemudian berusaha menemukan berbagai cara agar ia dapat mengeluarkan Jason dari penjara. Atas saran seorang pengacara terkenal di kotanya, Joanne Keeghan (Susan Sarandon), John akhirnya membuat kesepakatan dengan pihak kepolisian setempat bahwa ia akan membantu untuk menemukan serta menjebak komplotan bandar narkotika dan obat-obatan terlarang yang berada di kota tersebut dengan imbalan bahwa Jason nantinya akan mendapatkan pengurangan masa tahanan. Berhadapan langsung denga pihak kriminal jelas bukanlah sebuah masalah kecil. Dan ketika John secara perlahan mulai memasuki wilayah kekuasaan para bandar narkotika tersebut semakin dalam, nyawa John, Jason serta keluarga mereka kini berada dalam ancaman.

Kekuatan terbesar Snitch datang dari kemampuan Ric Roman Waugh serta penulis naskah, Justin Haythe, untuk banyak menghadirkan banyak komentar mengenai isu-isu sosial yang sedang berlangsung saat ini di dalam jalan cerita mereka. Perbincangan mengenai masalah peredaran narkotika dan obat-obatan terlarang serta hubungannya dengan dunia hukum dan politik mengenai fokus utama yang mampu membuat Snitch tampil lebih berisi daripada film-film sepantarannya. Waugh juga tidak lantas mengalienasi mereka yang datang menyaksikan Snitch murni untuk mendapatkan sajian aksi yang fantastis. Waugh masih mampu menghadirkan deretan adegan bernuansa kekerasan tersebut dengan baik namun secara cerdas menghadirkannya sebagai bagian tidak terpisahkan dari jalan cerita dan tidak hanya sekedar unjuk pameran kemampuan untuk menghadirkan adegan-adegan berdarah tanpa ikatan cerita yang relevan.

Pilihan Waugh untuk menghadirkan Snitch sebagai sebuah film drama aksi dengan jalinan cerita yang lebih berisi bukannya datang tanpa masalah. Dengan masa presentasi cerita yang mencapai durasi sepanjang 112 menit, banyak bagian penceritaan Snitch yang terkesan begitu bertele-tele. Beberapa plot penceritaannya, seperti bagian cerita yang melibatkan karakter Joanne Keeghan maupun karakter antagonis utama, Juan Carlos Pintera (Benjamin Bratt), seringkali hadir tanpa penggalian kisah yang mendalam untuk membuat plot cerita mereka terasa cukup esensial keberadaannya. Hal inilah yang secara perlahan membuat film ini seringkali kehilangan fokus penceritaannya, khususnya di paruh akhir film, dan membuat Snitch berakhir datar serta jauh dari kesan akhir yang mengesankan.

Meskipun memiliki masalah pada eksekusi ceritanya, Waugh mampu mendapatkan kualitas terbaik dari jajaran pengisi departemen aktingnya. Dwayne Johnson berhasil menyelami karakternya dengan sangat baik dan muncul lebih dari sekedar sosok pahlawan yang tidak terkalahkan. Pada beberapa bagian, Johnson bahkan mampu menghadirkan sisi emosional karakternya dengan sangat kuat. Penampilan Johnson juga didukung dengan penampilan dari para pemeran pendukung yang solid. Nama-nama seperti Barry Pepper, Jon Bernthal, Rafi Gavron hingga Susan Sarandon berhasil menghadirkan deretan karakter yang cukup meyakinkan – meskipun terkadang terkesan kurang dioptimalisasi secara maksimal keberadaannya.

Sama halnya seperti Hummingbird yang menghadirkan penampilan dari Jason Statham, mereka yang memilih untuk menyaksikan Snitch hanya karena keberadaan nama Dwayne Johnson yang identik dengan film-film bernafaskan deretan adegan aksi dan kekerasan yang membabi-buta – walau Johnson juga seringkali membintangi film-film drama komedi yang ditujukan bagi pangsa pasar film keluarga, kemungkinan besar akan merasa sedikit kecewa dengan presentasi jalan cerita film yang menjadi debut penyutradaraan bagi Ric Roman Waugh ini. Walau masih menghadirkan sajian aksi yang cukup tergarap dengan baik, Snitch justru lebih sering memfokuskan alur ceritanya pada pengembangan karakter-karakter yang hadir dalam jalan cerita film ini. Pilihan tersebut tidak lantas menjadikan Snitch hadir dengan kualitas keseluruhan yang spektakuler. Namun kemampuan Waugh untuk terus menjaga alur cerita yang ia hadirkan dengan baik serta dukungan penampilan para jajaran pemeran yang apik mampu membuat Snitch hadir dengan kualitas yang cukup memuaskan di berbagai sisi penampilannya.
 
Semoga Bermanfaat
 
 
Admin

The Host 2013

'The Host 2013'

Sutradara : Andrew Niccol
Produser : Nick Wechsler, Paula Mae Schwartz, Steve Schwartz, Stephenie Meyer
Penulis Naskah : Andrew Niccol
Pemain : Saoirse Ronan, Diane Kruger, Jake Abel, Max Irons, Chandler Canterbury, Boyd Holbrook, Frances Fisher, Stephen Rider, William Hurt, Stephen Rider
Genre : Action, Fantasi, Fiksi Ilmiah
Studio : Open Road Films
Durasi : 125 menit
Tanggal Rilis Perdana : 29 Maret 2013

Stephenie Meyer memulai masa kejayaannya ketika seri novel The Twilight Saga (2005 – 2008) yang ia tulis diadaptasi ke layar lebar oleh Hollywood. Meskipun kebanyakan bagian film seri tersebut mendapatkan kritikan tajam dari kritikus film Hollywood – khususnya akibat dialog maupun deretan adegan romansa cheesy yang terus mewarnai film seri tersebut, lima seri film The Twilight Saga (2008 – 2012) berhasil meraih kesuksesan komersial luar biasa dengan total pendapatan sebesar lebih dari US$3 milyar serta menjadi sebuah pop culture phenomenon bagi banyak kalangan muda. Tentu saja… ketika Meyer kemudian merilis The Host (2008) – yang pada dasarnya masih merupakan sebuah novel bertema kisah cinta segitiga namun hadir dengan balutan penceritaan bernuansa science fiction yang lebih dewasa, Hollywood jelas tidak akan melewatkan kesempatan untuk mengulang kembali kesuksesan luar biasa tersebut begitu saja. Namun… can the lightning really strikes the same place twice?

Disutradarai oleh Andrew Niccol (In Time, 2011) yang juga bertanggung jawab untuk penulisan naskah film ini, The Host berlatar belakang lokasi di planet Bumi pada masa yang akan datang. Dikisahkan, Bumi telah diambil alih oleh para makhluk asing dari luar angkasa yang dikenal dengan sebutan “Souls” dengan cara memasuki setiap tubuh manusia yang mereka temui. Salah satu manusia yang menjadi korban mereka adalah seorang gadis yang bernama Melanie Stryder (Saoirse Ronan), yang berhasil ditangkap oleh seorang makhluk asing luar angkasa yang dikenal dengan sebutan Seeker (Diane Kruger) dan kemudian menginfiltrasi tubuh gadis tersebut dengan sesosok makhluk asing luar angkasa berusia lebih dari seribu tahun yang disebut dengan Wanderer guna mencari tahu dimana lokasi kumpulan manusia lain yang masih belum berhasil mereka kuasai tubuhnya.

Wanderer memang kemudian menjalankan tugasnya – dengan mengakses jalan pemikiran Melanie, ia mengetahui bahwa Melanie masih memiliki seorang adik, Jamie (Chandler Canterbury), kekasih, Jared Howe (Max Irons), serta paman, Jeb Stryder (William Hurt), yang kesemuanya masih berwujud manusia. Namun, berkat perlawanan jiwa Melanie yang tetap terperangkap di tubuh tersebut, Wanderer mulai merasakan berbagai hal yang selama ini belum pernah ia rasakan: sisi emosional manusia. Penasaran dengan seluruh gejolak perasaan yang ia rasakan, Wanderer kemudian setuju untuk mengeluarkan Melanie dari tahanan Seeker dan membawanya ke orang-orang yang ia kenali. Namun, Seeker ternyata mengetahui rencana Wanderer dan Melanie. Bersama dengan seluruh pasukan makhluk asing luar angkasa lainnya, Seeker mulai mencari keberadaan Wanderer dan Melanie dan berniat untuk menyingkirkan mereka.

Dengan film-film seperti Gattaca (1997) S1m0ne (2002) serta In Time berada di dalam daftar filmografinya, rasanya tidak mengherankan untuk melihat ketertarikan Andrew Niccol pada jalan cerita science fiction bernuansa romansa yang ditawarkan oleh Stephenie Meyer lewat The Host. Dan harus diakui, terlepas dari obsesi Meyer untuk tetap terus menghadirkan kisah cinta segitiga dalam jalan ceritanya, The Host memiliki substansi cerita yang lebih padat dan berisi jika dibandingkan dengan seri manapun dari The Twilight Saga. The Host mampu menjadi cermin sosial bagi kehidupan manusia di masa modern: bagaimana manusia mampu berbuat jahat terhadap sesamanya demi keuntungan pribadi atau justru terlalu terobsesi untuk melakukan sebuah tujuan (yang dianggap) mulia namun ternyata justru menyakiti orang lain. Sounds too philosophical? The Host memang tidak secara gamblang menyajikan hal tersebut namun Niccol mampu menghadirkannya lewat subteks yang tersebar melalui deretan dialog maupun adegan di film ini.

Terlepas dari berbagai filosofi maupun tampilan desain cerita science fiction yang disajikan oleh film ini, The Host tetap adalah sebuah kisah cinta segitiga: dua orang gadis yang terperangkap pada tubuh yang sama namun jatuh cinta pada dua sosok pria yang berbeda. Dan sayangnya, justru di bagian inilah The Host terasa sangat bertele-tele dalam bercerita. Pada kebanyakan bagian, konsep kisah cinta segitiga tersebut tidak pernah benar-benar mampu tergali dengan adu argumen antara karakter Melanie dan Wanderer tentang sosok pria yang mereka sukai dihadirkan dalam porsi penceritaan yang terlalu besar serta dialog-dialog konyol yang justru akan membuat banyak penonton menjadi tersenyum daripada merasakan sisi romantis kisah cinta tersebut.

Di sisi lain, Niccol juga gagal untuk menggali lebih dalam karakter-karakter maupun jalan cerita yang ingin ia hadirkan. The Host sama sekali tidak pernah memberikan ruang yang cukup bagi pengenalan latar belakang siapa para makhluk asing luar angkasa yang menyerbu Bumi tersebut: mengapa mereka membenci kekerasan dan di saat yang sama justru merebut sesuatu yang bukan merupakan milik mereka. Niccol juga terasa begitu tergesa-gesa dalam mengeksekusi jalan cerita film ini. Perubahan sikap beberapa karakter dihadirkan dalam alur yang terlalu cepat sehingga gagal untuk menghadirkan kisah yang logis kepada penonton. Memang, film memberikan batasan yang lebih sempit jika dibandingkan dengan novel untuk menghadirkan ruang penjelasan yang lebih mendalam. Namun, tentu saja, Niccol seharusnya tahu lebih banyak cara untuk menyederhanakan kisah yang telah dituliskan oleh Meyer dan menyesuaikannya untuk jalan penceritaan sebuah film.

Keunggulan utama film ini jelas terletak pada jajaran pengisi departemen aktingnya. Nama-nama seperti William Hurt, Frances Fisher, Diane Kruger, Max Irons dan Jake Abel mampu menghadirkan penampilan akting yang jelas tidak mengecewakan dalam menghidupkan setiap karakter yang mereka perankan. Namun, penampilan paling prima dalam film ini jelas hadir melalui penampilan pemeran utama film ini, Saoirse Ronan. Ronan mampu dengan baik memerankan dua karakter dengan kepribadian yang bertolak belakang melalui penggunaan aksen bahasa yang berbeda. Interaksi antara dua karakter yang ia perankan benar-benar terasa kuat bahkan emosional di beberapa bagian. Chemistry yang ia jalin dengan para pemeran lainnya juga mampu hadir meyakinkan dan semakin memperkuat kualitas departemen akting film ini.

Pada kebanyakan bagian presentasinya, The Host seringkali akan mengingatkan penontonnya pada kualitas film arahan Andrew Niccol sebelumnya, In Time: sama-sama memiliki konsep science fiction futuristik dengan sentuhan sosial yang sangat menarik namun kemudian gagal mendapatkan penggalian yang lebih mendalam dari sisi cerita maupun karakterisasinya. Kegagalan tersebut kemungkinan besar terjadi karena fokus yang terlalu besar pada kisah romansa segitiga yang terjadi kepada para karakter utama film ini sehingga seringkali terasa menyingkirkan plot cerita lain – yang sebenarnya lebih menarik – untuk dapat berkembang dalam jalan penceritaan The Host. Meskipun begitu, lewat kualitas tata produksi yang apik serta bantuan penampilan jajaran pengisi departemen akting yang kuat, Niccol setidaknya masih mampu menggarap The Host menjadi sebuah drama romansa bernuansakan science fiction yang menarik untuk diikuti.
 
Semoga Bermanfaat
 
 
Admin

Vehicle 19 2013

'Vehicle 19 2013'

Rilis Bioskop: 14 Juni 2013 (Limited)
Genre: Thriller Indie
Director: Mukunda Michael Dewil
Screenwriter: Mukunda Michael Dewil
Companies: ARC Entertainment
Rating: R
Runtime: 82 minutes
Official Website: -
Cast: Paul Walker, Michael Woods, Naima McLean, Rachel Shabangu, Leyla Haidarian , Angelica Moore, Gys de Villiers, Detective Smith, Tshepo Maseko, Lieutenant


Sebuah film produksi gabungan Industrial Development Corporation of South Africa dan Safran Company yang pengambilan gambarnya dilakukan di Afrika Selatan tepatnya di kota Johannesburg. Sebuah kota yang memiliki tingkat kriminalitas tinggi di dunia. Bayangkan dalam satu hari rata-rata terjadi korban pembunuhan sebanyak 50 orang. Suatu angka yang membuat anda pasti geleng-geleng kepala. Dalam film ini setidaknya anda akan melihat sedikit tentang kekumuhan dan kriminalitas jalanan yang terjadi.

Michael Woods (Paul Walker) datang dari Amerika ke Johannesburg untuk menemui istrinya. Latar belakang Michael baru saja keluar dari penjara dan merupakan seorang pecandu alkohol. Tujuannya hendak melakukan rekonsiliasi dengan istrinya yang sekarang bekerja di kedutaan besar. Begitu tiba di bandara, mobil yang disewanya ternyata tidak sesuai dengan pesanan, yang seharusnya sedan tapi mendapatkan minivan.

Di tengah perjalanan, tak disangka-sangka ada wanita yang terikat dengan mulut yang tertutup didalam mobilnya. Hal ini membuat kaget Michael, terlebih sebelumnya sudah menemukan handphone dan pistol. Wanita tersebut bernama Rachel (Naima Mclean) seorang jaksa yang menyelidiki bahwa pimpinan polisi terlibat dalam perdagangan sex. Alhasil dia diculik dan rencananya akan dibunuh.

Michael mendapat telepon dari seseorang agar menuju ke jalan Smut untuk menukar mobilnya dan sekaligus mengantar cewek tersebut. Namun pada saat tiba di tempat tujuan justru mereka mendapat serangan tembakan. Akhirnya dia memutuskan untuk melarikan diri dan menyelamatkan Rachel. Kuatir akan keselamatan istrinya maka mereka berusaha memberitahukannya tapi istrinya keburu keluar gedung kedutaan, padahal diluar sana sudah ada orang yang mau menculiknya. Mau tak mau Michael membuat keributan agar istrinya tahu dan kembali masuk ke dalam gedung. Sayangnya, Rachel tertembak dan sebelum tewas memberikan kesaksian yang direkam pakai handphone.

Michael menjadi buronan pihak kepolisian karena dianggap membunuh Rachel. Sesuai pesan Rachel, rekaman itu harus diberikan kepada hakim Musuka di pengadilan karena dia termasuk bersih. Untuk mencapai pengadilan terjadi kejar-mengejar antara Michael dan polisi yang dipimpin detektif Smith. Sampailah di depan pengadilan yang banyak dijaga polisi lokal gedung sedangkan dijalanan sudah dikepung oleh Smith dan banyak polisi. Karena posisinya terjebak dan tidak bisa masuk gedung pengadilan maka Michael menyandera seorang wartawan TV yang sedang meliput disana di dalam mobil. Tuntutannya kepada polisi lokal adalah dipertemukan dengan hakim Musuka.

Smithpun tak mau buruannya hilang dan kedoknya terbongkar, dia ingin mengambil alih penagkapan Michael walaupun sempat ribut dengan polisi lokal. Tak disangka Smith langsung menembak Michael dan terkena di dadanya. Dengan cepat Michael memutar rekaman di handphone dan disiarkan langsung melalui microphone yang dibawa wartawan. Terbongkarlah semua skandal pimpinan polisi beserta kelompoknya.

Sayangnya film ini digarap oleh sutradara lokal dan sekaligus sebagai penulis cerita yaitu Mukunda Michael Dewil yang masih kurang berpengalaman sehingga cerita yang ditampilkan terkesan klise. Kisah wanita yang terikat dan ditemukan dalam mobil selanjutnya ditolong, sudah pernah disajikan dalam film Transpotter. Kisah polisi kotor juga banyak diekspose dalam film. Kisah kebut-kebutan mobil sudah tak terhitung banyaknya. Apalagi pada saat yang sama Paul Walker juga ikut membintangi Fast & Furious 6 yang beredar saat ini.

Untungnya film ini diselamatkan oleh kehadiran Paul Walker. Dia sendiri bermain baik dalam mengekspresikan sikapnya yang marah, kecewa dan takut. Sebagian besar perannya berada di dalam mobil sehingga otomatis sudut gambar hanya sebatas dada dan kepala. Berbeda dengan peran Naima Mclean yang rasanya kurang pas. Paras wajahnya kurang menunjukkan penghayatan sebagai seorang korban penculikan terlebih lagi pada saat akan mati, tidak ada aura kesakitan atau kepedihan.
 
Jangan dibandingkan adegan kebut-kebutan disini dengan Fast & Furious 6 yang jauh berbeda kualitasnya. Di film ini standard sekali kebut-kebutannya dan halangannya, ada orang menyeberang jalan, ada kotak sampah yang menghalangi dst. Tidak ada adegan perkelahian dan pertarungan yang ditampilkan. Cocoknya film ini sebagai film lepas di televisi. Karena alasan itukah pihak bioskop 21 tidak memutarnya ? Entahlah… 

Semoga Bermanfaat


Admin

Selasa, 10 Desember 2013

Transformer 3 Dark Of The Moon 2013

'Transformer 3 Dark Of The Moon'
 
jenis film :
- action
produksi :
- Hasbro, Di Bonaventura Pictures, Paramount Pictures.
sutradara
- Michael Bay
Produser :
- Steven Spielberg, Michael Bay, Lorenzo di Bonaventura, Ian Bryce, Tom DeSanto, Don Murphy
sumber utama : KapanLagi.com
Sinopsis Film Transformers 3 Dark Of The Moon – Sahabat sekalian kali ini Saya akan membahas sedikit bocoran atau sinopsis fil yang lagi meledak diseliruh jagad, siapa lagi kalau bukan film Transformers 3 Dark Of The Moon. Film ini berkisah tentang hari terakhir perang antara Autobot dan Decepticon di planet Cybertron, Satu kapal battleship autobot melarikan diri dari medan pertempuran membawa kargo rahasia (the Pillar). Namun akhirnya, Battleship yang dinamakan Ark itu jatuh di bulan. Sinopsis Film Transformers 3 Dark Of The Moon.
Transformers 3

Penelitian NASA berlanjut di tahun 1969 ketika Apollo 11 diluncurkan untuk meneliti keberadaan pesawat alien tersebut.  Satu rahasia penting yang disembunyikan oleh Pemerintah Amerika bersama NASA di misi pendaratan manusia pertama kali ke bulan.
Hari ini, setelah 2 tahun kejadian Revenge of The Fallen di Mesir. Autobots bergabung dan membentuk aliansi rahasia memerangi konflik manusia di bumi sambil menunggu musuh Autobots yang sebenarnya.
Dalam tugasnya, Optimus Prime dan Rachet serta kapten Lenox menyelidiki fasilitas Chernobyl yang disinyalir ada kontak dengan Decepticon di daerah bekas kecelakaan ledakan nuklir, Ukraina
Baru setelah 40 tahun rahasia ARK di bulan diketahui Optimus Prime yang menemukan engine part bagian mesin kapal perang autobot (ARK) yang disangkanya hilang dari pertempuran cybertron.

Alhasil membawa optimus menayakan hal tersebut ke NASA buntut akibat kekecewaannya kepada manusia yang telah membohonginya untuk merahasiakan diri dari kehidupan di bumi. Optimus dan Rachet pun begegas ke bulan dan menemukan Sentinel Prime beserta lima buah the pillar di reruntuhan Ark. Kemudian, menghidupkannya kembali menggunakan matriks di bumi.

Di Afrika, Megatron melemah, Starscream dan Megatron senang karena rencana mereka berhasil mengelabui autobots perihal penemuan ARK di bulan. Megatron menyuruh Laserbeak untuk membungkam sekutu manusia mereka yang sebelumnya diajak bekerja sama dengan membunuhinya satu persatu.
Secara kebetulan, Sam yang sudah hidup sebagai manusia normal dan telah bekerja di perusahaan Accurate System, bertemu dengan salah satu sekutu Decepticon dan dia mengatakan yang sebenarnya kepada  Sam Witwicky sebelum ia juga akhirnya dibunuh Laserbeak.
Penasaran dengan kelanjutan kisahnya yang menegangkan???, segera tonton di bioskop-bioskop terdekat di kota Anda. [am].

Semoga Bermanfaat


Admin

Death Race 3 Inferno 2013

'Death Race 3 Inferno 2013'


Bintang : Danny Trejo, Ving Rhames and Dougray Scott
Genre : Action | Crime | Thriller
Sinopsis Film Death Race 3: Inferno (2013) :

Carl Lucas / Frankenstein telah memenangkan empat balapan dan kebutuhan untuk memenangkan satu lagi untuk memenangkan kebebasannya. Sebelum balapan terakhirnya, Lucas dan timnya, mobil dan semua, yang dipindahkan ke penjara lain di mana mereka akan bersaing dalam Death Race di padang pasir. Juga, pada saat yang sama, Ceaser berjalan menjadi pemasar yang ingin waralaba program Death Race.


Semoga Bermanfaat


Admin

Atlantic Rim 2013

'Atlantic Rim 2013'

Director: Jared Cohn
Writers: Richard Lima, Thunder Levin,
Stars: Graham Greene, Anthony 'Treach' Criss, David Chokachi
Genre: Action, Sci-Fi

Atlantic Rim Ketika Robot Murah Melawan Monster Air Posted on17 July 2013 Yomamen salah, mungkin maksudnya Pacific Rim! Tidak, memang yang akan kita bicarakan film Atlantic Rim. Plot cerita film ini bercerita tentang manusia yang mengendarai robot harus melawan monster air. Ya iya, itu cerita Pacific Rim! Bukan sobat, ini Atlantic Rim. Film produksi Asylum ini dirilis pada tanggal 9 July 2013 di Amerika serikat. Meski lebih dulu dirilis tapi film ini dibuat memang untuk mendompleng ketenaran film Pacific Rim. Teknik produksi dengan mendompleng ketenaran ini biasa diistilahkan penikmat film dengan Mockbuster. atlantic rim Bagi yang sudah menonton Pacific Rim pasti tidak kesulitan menemukan kesamaannya dengan Atlantic Rim. Cerita diawali dengan hilangnya sebuah oil rig di laut. Untuk mencari penyebab hilangnya situs pengeboran lepas pantai tersebut dikirimlah 3 robot canggih untuk menyelam ke dasar laut. Robot yang dikendalikan dengan sistem neorologi otak manusia ini kemudian bertemu dengan monster laut penghancur. Ketiganya akhirnya harus bertempur untuk mempertahankan bumi yang hendak diserbu monster tersebut. Pertempuran kota pun terjadi dimana gedung-gedung hancur luluh lantah. Serupa dengan Pacific Rim? Tunggu sampai robot raksasa dan monsternya muncul. Langsung terasa betapa budget besar bisa berpengaruh banyak untuk sebuah film fiksi ilmiah. Memang kenyataannya, film Atlantic Rim ini dibuat hanya dengan budget 1/70000 film pacific rim. Dengan uang produksi yang memprihatinkan itu jangan harap bisa menemukan detail pecahan kaca gedung ala pacific rim yang heboh dibicarakan penggila special effect. Gerakan robot dalam film ini juga lebih mirip mainan robotan murah produksi china. Monsternya pun tidak lebih baik dari Godzilla tahun 80-an dulu. Akting pemerannya juga memprihatinkan. Diisi oleh muka lama yang saat ini jarang tampil dalam produksi hollywood. Sebut saja Graham Greene yang sempat tenar lewat film Dances with wolves. Kemudian muncul nama David Chokachi yang dulu dikenal lewat serial Bay Watch. Tapi setelah dipikir kembali, mungkin Atlantic Rim terasa sangat mengganggu karena sisi efek visualnya yang digarap layaknya proyek anak SMU. Selebihnya? Film ini menawarkan hal yang tak jauh dari Pacific Rim. Cerita yang terlalu padat, akting yang buruk rasanya hal-hal ini juga sebenarnya dikeluhkan untuk kedua film ini. Lantas apa kelebihan Pacific Rim dibanding Atlantic Rim? Bisa jadi hanya kehalusan menggarap sosok robot dan monsternya belaka. Ternyata budget 70000 kali lipat yang digelontorkan untuk efek visual dan biaya marketing terbukti cukup ampuh menutupi kekurangan fatal film Pacific Rim. Jadi jika penasaran seperi apa sebenarnya kualitas film Pacific Rim tanpa robot keren dan monster yang realistis, Atlantic Rim lah jawabannya!

Semoga Bermanfaat


Admin

Journey to the West Conquering the Demons 2013

'Journey to the West Conquering the Demons 2013'

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiqOpy7dqSBwjdkzDv8VlGhoXB76ITV8528HBkKfP498tvwzbfjeqG08YkZDzV7s1SboPUpFhrn44_JJVtnGuLetrurCNdnaeuUwlnHdDV4zmu45Z0pCrtJUQdxQN_CGtmUqiAXiQ2Jx_E/s1600/journey-to-the-west+(450+x+253).jpgSutradara : Stephen Chow
Produser : Stephen Chow
Pemain : Wen Zhang, Shu Qi, Show Luo, Huang Bo, Chen Bin Qiang
Genre : Action
Tanggal rilis perdana : 7 Februari 2013
Tanggal tayang di Indonesia : Belum dikonfirmasi

Cerita berawal dari kedamaian sebuah desa di pinggir sungai yang terusik kehadiran siluman raksasa yang suka memangsa manusia. Kemudian, muncul biksu gondrong bernama Tang Sanzang (Wen Zhang) yang punya misi membasmi siluman demi kedamaian manusia.
Di tengah perjalanan, Sanzang bertemu dengan Nona Duan (Shu Qi), perempuan pemburu siluman yang jago berkelahi dan sangat mencintai Sanzang dan ingin menikahinya.
Lalu, perjalanan berlanjut melawan siluman babi yang kuat. Maka, Sanzang diutus gurunya mencari siluman terkuat yang dapat menaklukkan siluman babi tersebut. Dia adalah Sun Go Kong, si raja kera yang tak terkalahkan.
Animasi serta efek berlebihan yang kejam masih menjadi ciri khas film besutan Chow ini. Efek muncratan darah, penyiksaan tak berperikemanusiaan, dan fantasi siluman yang menyerupai monster di film kartun jusrtu menambah seru plot cerita film "Journey to the West" ini.
- See more at: http://sinopsisfilmanyar.blogspot.com/2013/03/sinopsis-film-journey-to-the-west.html#sthash.EZLyR1En.dpuf
Cerita berawal dari kedamaian sebuah desa di pinggir sungai yang terusik kehadiran siluman raksasa yang suka memangsa manusia. Kemudian, muncul biksu gondrong bernama Tang Sanzang (Wen Zhang) yang punya misi membasmi siluman demi kedamaian manusia.

Di tengah perjalanan, Sanzang bertemu dengan Nona Duan (Shu Qi), perempuan pemburu siluman yang jago berkelahi dan sangat mencintai Sanzang dan ingin menikahinya.

Lalu, perjalanan berlanjut melawan siluman babi yang kuat. Maka, Sanzang diutus gurunya mencari siluman terkuat yang dapat menaklukkan siluman babi tersebut. Dia adalah Sun Go Kong, si raja kera yang tak terkalahkan.

Animasi serta efek berlebihan yang kejam masih menjadi ciri khas film besutan Chow ini. Efek muncratan darah, penyiksaan tak berperikemanusiaan, dan fantasi siluman yang menyerupai monster di film kartun jusrtu menambah seru plot cerita film "Journey to the West" ini.

Semoga Bermanfaat


Admin
Cerita berawal dari kedamaian sebuah desa di pinggir sungai yang terusik kehadiran siluman raksasa yang suka memangsa manusia. Kemudian, muncul biksu gondrong bernama Tang Sanzang (Wen Zhang) yang punya misi membasmi siluman demi kedamaian manusia.
Di tengah perjalanan, Sanzang bertemu dengan Nona Duan (Shu Qi), perempuan pemburu siluman yang jago berkelahi dan sangat mencintai Sanzang dan ingin menikahinya.
Lalu, perjalanan berlanjut melawan siluman babi yang kuat. Maka, Sanzang diutus gurunya mencari siluman terkuat yang dapat menaklukkan siluman babi tersebut. Dia adalah Sun Go Kong, si raja kera yang tak terkalahkan.
Animasi serta efek berlebihan yang kejam masih menjadi ciri khas film besutan Chow ini. Efek muncratan darah, penyiksaan tak berperikemanusiaan, dan fantasi siluman yang menyerupai monster di film kartun jusrtu menambah seru plot cerita film "Journey to the West" ini.
- See more at: http://sinopsisfilmanyar.blogspot.com/2013/03/sinopsis-film-journey-to-the-west.html#sthash.EZLyR1En.dpuf
  • Sutradara : Stephen Chow
  • Produser : Stephen Chow
  • Pemain : Wen Zhang, Shu Qi, Show Luo, Huang Bo, Chen Bin Qiang
  • Genre : Action
  • Tanggal rilis perdana : 7 Februari 2013
  • Tanggal tayang di Indonesia : Belum dikonfirmasi
  • - See more at: http://sinopsisfilmanyar.blogspot.com/2013/03/sinopsis-film-journey-to-the-west.html#sthash.EZLyR1En.dpuf
  • Sutradara : Stephen Chow
  • Produser : Stephen Chow
  • Pemain : Wen Zhang, Shu Qi, Show Luo, Huang Bo, Chen Bin Qiang
  • Genre : Action
  • Tanggal rilis perdana : 7 Februari 2013
  • Tanggal tayang di Indonesia : Belum dikonfirmasi
  • - See more at: http://sinopsisfilmanyar.blogspot.com/2013/03/sinopsis-film-journey-to-the-west.html#sthash.EZLyR1En.dpuf

    Man of Stell 2013

    Sinopsis Film Man Of Steel   Superman Produser : Charles Roven, Emma Thomas, Christopher Nolan, Deborah Snyder
    Penulis Naskah : David S. Goyer
    Pemain : Henry Cavill, Amy Adams,  Russell Crowe, Diane Lane, Michael Shannon, Kevin Costner, Laurence Fishburne, Christopher Meloni, Antje Traue, Harry Lennix, Ayelet Zurer, Richard Schiff, Jadin Gould, Cooper Timberline
    Studio : Warner Bros.
    Genre : Action
    Tanggal Rilis : 14 Juni 2013
    Film ini mengisahkan seorang pria yang bekerja sebagai wartawan di sesuatu surat kabar yang bernama Clark Kent ( Kal-El/Superman ) yang diperankan oleh Henry Cavill. Dia jadi aneh serta terasing dengan kemampuan yang dimilikinya.
    Datang dari planet yang amat jauh yang bernama Krypton serta terdampar di bumi, menyebabkan sesuatu pertanyaan untuk Clark, kenapa saya dapat ada di sini ?. Di sini Clark diasuh oleh pasangan Jonathan Kent yang diperankan oleh Kevin Costner serta Martha ( Diane Lane ). Mereka berdua mengajari clark banyak perihal perihal rutinitas manusia bumi.
    Sadar dengan kekuatan yang dimilikinya, bikin jiwa kepahlawanannya nampak. Saat bumi didalam bahaya, clark mesti jadi manusia baja membuat perlindungan orang-orang yang dicintainya serta untuk melindungi kestabilan bumi dari ancaman pihak manapun.
    Didalam film ini, musuh utama superman yaitu Jenderal Zod serta Faora/Ursa. Mereka pingin membunuh Superman dikarenakan bapak Superman Jor-El dulu memenjarakan mereka di Phantom Zone.

    Semoga Bermanfaat


    Admin

    World War Z 2013

    https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhbXgHIEhEYcwVzUdSX9055-yvgshS8_Yo9QMLuqwV0SsMbtqQ5xO00Je6CWOn9Sut6VcdahdhcdCzx3BhkDL79nMGSPHOwxORqa8aC2Woh2vOdblNCVvlSCRZnxJHZo1vxlHQ1vDfjFxY/s1600/world+war+z+movie.jpgHomepage: www.worldwarzmovie.com/
    Produser : Ian Bryce, Dede Gardner, Jeremy Kleiner, Brad Pitt
    Sutradara : Marc Forster
    Jenis Film : Thriller

    Film World War Z dibintangi oleh aktor terkenal Brad Pitt (Gerry Lane), artis Mireille Enos (Karin Lane) dan aktor Elyes Gabel (Andrew Fassbach). Film ini diproduksi oleh Paramount Pictures, Plan B Entertainment, GK Films, Skydance Productions

    Diangkat dari novel karya Max Brook berjudul yang sama. Film ini mengisahkan tentang serangan zombie yang sadis, beringas dan menglobal dikarenakan sebuah virus misterius. Virus yang dapat merubah manusia berakal menjadi mayat hidup hanya dalam waktu 12 detik saja. Itulah alasan mengapa kekacauan terjadi dimana-mana dalam skala dunia.

    Gerry Lane (Brad Pitt) mantan anggota PBB yang berpengalaman dilapangan dan banyak terlibat dalam situasi di medan-medan konflik, ditugasi kembali untuk menemani seorang dokter ahli virus dari Harvard, Andrew Fassbach (Elyes Gabel) guna mencari obat untuk mengatasi zombie-zombie tersebut.

    Gerry yang awalnya menolak tidak kuasa menerima tugas tersebut demi menyelamatkan istri dan kedua putrinya agar tetap berada di zona aman. Gerry akhirnya pergi bersama Andrew dan tim buatan PBB untuk mencari asal virus tersebut berasal dan mencari vaksin sambil berharap menemukan jawaban atas bencana yang mengancam populasi umat manusia dimuka bumi (Oleh Evelyn Afnilia).
    Semoga Bermanfaat
    Admin

    Senin, 09 Desember 2013

    The World's End 2013

    'The World's End 2013'


    Rilis Bioskop: 23 Agustus 2013 (Nationwide)
    Genre: Action, Comedy
    Director: Edgar
    WrightWriter: Simon Pegg, Edgar WrightCompanies: Focus FeaturesOfficial from: focusfeatures.com
    Official Site: -
    Cast: Simon Pegg, Nick FrostMartin Freeman, Rosamund Pike, Paddy Considine, Eddie Marsan

    Apakah menjadi dewasa adalah sebuah proses alamiah dimana ia akan muncul dan menghampiri anda ketika saatnya telah tiba, atau justru merupakan sesuatu layaknya harta karun yang hanya dapat anda dapatkan dengan berupaya untuk menemukannya. Enam tahun berlalu, mereka kembali, film ketiga dariThe Three Flavours Cornetto trilogy, Simon Pegg dan Nick Frost, tidak ada zombie, tidak ada polisi gila, hanya dengan obsesi pada beer dan masuk kedalam petualangan sci-fi comedy dengan sentuhan apocalypse, The World's End, menyenangkan.

    Dua dekade yang lalu, tepatnya di tahun 1990, dikala ia masih berada di jenjang sekolah, Gary King (Simon Pegg) membangun sebuah misi dengan tema beer. The Golden Mile, sebuah tantangan untuk mengitari kota Newton Haven dengan tugas untuk mencoba semua bir di 12 pub yang telah tertera dalam peta. Misi itu gagal, dan kini Gary berniat untuk menuntaskan tantangan tersebut yang celakanya ingin ia lakukan bersama empat orang sahabatnya kala itu, Peter Page (Eddie Marsan), Oliver Chamberlain (Martin Freeman), Steven Prince (Paddy Considine), dan Andy Knightley (Nick Frost).

    Tapi tidak seperti Gary yang masih hidup dalam jiwa yang belum juga dewasa, empat sahabatnya itu telah mencapai level tersebut, dan setelah sedikit dipaksa akhirnya mau ikut bergabung dengan alasan persahabatan. Dampaknya, petualangan itu tidak lagi menyenangkan karena bumbu paksaan yang begitu kental, sampai akhirnya Gary dan teman-temannya mulai menemukan sesuatu yang telah terjadi di kota tersebut, dari kondisi yang masih sama, masyarakat yang tampak kurang peduli, dan membawa mereka kedalam sebuah invasi yang berasal dari konspirasi asing. Namun yang menjadikan mereka semakin runyam ternyata itu tidak menjadi concern Gary, yang masih fokus pada misi utamanya.

    The World's End dibuka dengan cara yang efesien namun efektif, sebuah montage yang berhasil menjabarkan dengan singkat kepada penonton backstory yang menjadi awal mula petualangan pada hampir dua dekade yang lalu, berhasil membentuk lima karakter dengan sangat baik mungkin mengingat waktu yang ia gunakan pada bagian tersebut kurang dari empat menit. Dari bagaimana kehebatan seorang Gary pada tahun 1990, hingga mimpi yang belum terwujud, ada sebuah proses perkenalan yang menyenangkan di bagian pembuka, dan lucunya keberhasilan itu tidak berhenti disitu.

    Edgar Wright membentuk script yang ia tulis bersama Simon Pegg menjadi seperti sebuah kombinasi dari apa yang pernah ia lakukan sebelumnya. Zombie kali ini ia ganti dengan sesuatu yang lebih canggih, masih masuk kedalam sebuah kota kecil dengan kondisi yang canggung, kemudian pergerakan liar dengan score yang menyenangkan. Shaun of the Dead, Hot Fuzz, kemudian sedikit sentuhan warna seperti Scott Pilgrim vs. the World. Ini menghibur, namun juga cukup mengganggu. The World's Endseperti sebuah kemasan yang dirakit menggunakan materi lama, berikan sedikit perbaikan di beberapa bagian minor, dan voila, hasilnya masih baik namun bagi mereka yang telah mengikuti kombinasi Pegg-Frost hal ini mungkin akan terasa kurang segar.

    Ya, Ini memang seperti dongeng, meminjam kembali formula yang telah ia pakai di dua film pertamanya, dari melompati pagar, sampai menuang bir yang sering hadir. Namun ini adalah contoh bagaimana sebuah eksekusi sederhana tetap mampu tampil menarik berkat fokus yang terjaga dengan baik. Plotnya tidak begitu halus, transisi perpindahan cerita juga sama tidak semuanya halus, pengembangan dari karakter yang telah diberikan pondasi mumpuni itupun tidak begitu besar dan dalam, tapi Wright tahu bagaimana cara menggabungkan hal-hal tersebut dalam beberapa warna genre namun tidak saling membunuh. Drama yang ia punya tetap hidup, komedi tidak begitu dominan namun tetap mampu memberikan nafas lucu pada cerita meskipun berada di titik terendah sekalipun, hingga sci-fi dan actionyang kehadirannya tetap konsisten pada tugas yang ia emban.

    Keputusan Edgar Wright untuk tampil dalam kemasan yang sedikit lebih kompleks dan lebih dalam tidak berakhir mengecewakan karena ia mampu memadukan formula standard dengan kejutan-kejutan menyenangkan. Ada persahabatan, tanggung jawab, tokoh yang tampak bahagia hanya dari luar, hingga kemudian bertumbuh dari kisah masa lalu, dan tiba di tema sci-fi yang ringan namun tetap mampu menjadi arena baru bagi Wright untuk menarik sebuah kesimpulan yang tepat guna dari semua susunan yang ia telah bangun sebelumnya.Narasinya sendiri bergerak cepat dan cukup stabil. Tapi The World's End kerap kali terasa terhenti dibeberapa bagian, kurang begitu yakin apakah itu keputusan untuk memainkan tempo cerita a tau ada tujuan lain namun yang pasti hal tersebut menjadikan kegilaan yang lima pria itu ciptakan seperti putus sambung yang menggerus kenikmatan alur cerita dalam skala kecil. Ini mungkin tampak gambling karenaThe World’s End masih menerapkan tipe komedi yang sama sehingga punya kemungkinan yang lebih besar untuk berhasil tampil menghibur bagi mereka yang telah menyaksikan dua film sebelumnya, bukan karena cerita yang bahkan tidak memiliki hubungan yang kuat, namun lebih kepada warna cerita terutama joke dan lelucon dari Pegg dan Frost.

    Dari divisi akting, kombinasi Simon Pegg dan Nick Frost masih kokoh, chemistry mereka yang kali ini tidak dibangun dengan mencolok masih dapat anda rasakan. Yang cukup disayangkan adalah terlalu dominannya Pegg kali ini, menjadikan Frost seperti ikut terjebak bersama Eddie Marsan, Martin Freeman, dan Paddy Considine di level kedua akibat pengembangan karakter yang sejak awal memang tidak begitu luas. Tapi sebagai sebuah tim, lima pemeran ini tampil memikat, terutama cara mereka mengolah humor kering yang masih mampu terasa renyah. Bill Nighy juga cukup baik dengan suaranya di bagian penutup, sedangkan Rosamund Pike hanya sebagai tempelan.

    Overall, The World's End adalah film yang memuaskan. Masih dengan script yang kuat, penuh dengan lelucon yang tidak murahan, lucu, dan mudah dipahami, The World's End berhasil menjadi petualangan yang fokus, penggabungan invasi dan apocalypse yang tidak berlebihan, menggambarkan bahwa menjadi dewasa tidak bisa hanya dengan menunggu namun juga disertai upaya dan usaha. Ini lebih gelap, lebih berat, dari tingkat kelucuan juga tidak berkembang begitu besar, namun ia masih menghibur, dan sama seperti apa yang telah dua pendahulunya pernah lakukan sebelumnya, The World's Endberhasil menjadi sebuah film yang mengesankan.


    Semoga Bermanfaat




    ADMIN

    White House Down 2013

    'White House Down 2013'


    Genre : Action
    Sutradara : Roland Emmerich
    Penulis Cerita : James Vanderbilt
    Produser : Roland Emmerich, Brad Fisher, James Vanderbilt
    Pemeran Utama: Channing Tatum – John Cale, Jason Clarke – Stenz, Jamie Foxx – President James Sawyer,Maggie Gyllenhall – Secret Service Agent
    Studio : Columbia Pictures, Iron Horse Entertainment
    Rilis : 28 Juni 2013
    Anggaran Film : $ 150 Juta
    Lama Film : -

    Dengan naskah yang ditulis oleh James Vanderbilt (The Amazing Spider-Man, 2012), White House Down berkisah mengenai John Cale (Channing Tatum), seorang anggota kepolisian ibukota Amerika Serikat yang kini bertugas sebagai salah seorang pengawal dari ketua Dewan Perwakilan Rakyat, Eli Raphelson (Richard Jenkins). Demi untuk menyenangkan puterinya, Emily (Joey King), yang begitu menggemari dunia politik, John kemudian berusaha untuk bergabung bersama dengan Dinas Rahasia Amerika Serikat. Sayang, sesi wawancara bersama Agent Carol Finnerty (Maggie Gyllenhaal) kemudian mengubur impian tersebut ketika John dinyatakan masih belum dapat memenuhi kualifikasi pegawai yang sedang dibutuhkan oleh Dinas Rahasia Amerika Serikat. Tidak ingin mengecewakan puterinya yang turut hadir dalam proses wawancara tersebut, John lalu mengajak Emily untuk mengikuti tur mengelilingi White House.

    Tidak berapa lama kemudian, sebuah bom berkekuatan cukup besar meledak di Gedung Capoitol yang lokasinya berdekatan dengan White House. Kepanikan jelas kemudian melanda orang-orang yang berada di sekitar gedung tersebut – dan secara perlahan kemudian mulai menjalar ke seluruh masyarakat Amerika Serikat dan dunia. Tidak berhenti disitu, sekelompok pemberontak yang dipimpin oleh Emil Stenz (Jason Clarke) kemudian menyerbu masuk ke dalam White House, membunuh setiap petugas keamanan yang mereka temui dan menyandera setiap orang yang berada di dalam White House sekaligus mengambil alih gedung tersebut untuk kemudian berusaha mencari Presiden Amerika Serikat, James Sawyer (Jamie Foxx), dan membunuhnya. Tentu saja, John Cale tidak akan tinggal diam menyaksikan para pemberontak berusaha untuk menghancurkan negara sekaligus membunuh puterinya. Secara perlahan, John mulai mencari cara untuk mengamankan sang presiden sekaligus membawa puterinya keluar dari gedung tersebut.

    Terdengar seperti sebuah film yang dirilis beberapa bulan yang lalu? White House Down memang memiliki kemiripan yang begitu menonjol dengan Olympus Has Fallen – termasuk komponen cerita yang melibatkan sebuah terowongan jalan keluar rahasia, seorang anak yang memegang peranan penting pada pergerakan kedua pihak yang berseteru hingga kehadiran kode rahasia dan ancaman nuklir untuk menghancurkan dunia. Namun, berbeda dengan film arahan Antoine Fuqua tersebut, White House Down sama sekali tidak pernah menghadirkan presentasi ceritanya dengan jalan yang benar-benar dramatis. Sutradara Roland Emmerich dan penulis naskah James Vanderbilt jelas tahu bahwa presentasi cerita yang mereka sajikan memiliki nilai absurditas yang cukup tinggi dengan intensitas cerita bergantung sepenuhnya pada tampilan visual yang penuh dengan ledakan. Hal ini yang kemungkinan besar membuat Emmerich dan Vanderbilt memilih untuk menyajikan White House Down hadir dengan elemen komedi yang kuat – khususnya datang dari dialog interaksi antara duo karakter utamanya, John Cale dan President James Sawyer. Tapi apakah hal tersebut akan membuat White House Down menjadi sebuah film yang lebih baik?

    Well… meskipun adalah sangat menghibur untuk menyaksikan sesosok karakter Presiden Amerika Serikat yang mampu mengeluarkan dialog-dialog konyol ketika negaranya sedang berada di ambang kehancuran, tidak dapat disangkal bahwa penulisan naskah White House Down dipenuhi dengan berbagai kelemahan. Jika Olympus Has Fallen berusaha kuat untuk membuat penonton merasa yakin bahwa kisah yang diceritakan film tersebut dapat benar-benar menjadi kenyataan, maka White House Down terlihat terlalu sederhana (baca: lemah) untuk mampu melakukannya. Mulai dari motivasi sang karakter antagonis utama, dialog-dialog yang terdengar begitu cheesy dan cukup konyol hingga karakter-karakter pendukung yang sama sekali tidak pernah diberikan porsi penceritaan yang memadai. Dan sebagai sebuah film bertema kehancuran yang diarahkan oleh orang yang pernah menghadirkan Independence Day (1996),The Day After Tomorrow (2004) dan 2012 (2009), tampilan visual yang dihadirkan Emmerich dalam menyajikan adegan-adegan penuh ledakan dalam White House Down harus diakui jauh dari kesan spektakuler. Malah seringkali hadir dalam kualitas yang medioker.

    Terlepas dari kelemahan-kelemahan tersebut, dua pemeran utama White House Down, Channing Tatum dan Jamie Foxx, mampu tampil dalam kualitas penampilan yang begitu prima. Tatum sekali lagi berhasil membuktikan bahwa dirinya adalah seorang aktor yang lihai dalam memilih peran-peran yang sesuai dengan kapabilitas aktingnya. Pesonanya yang kuat juga mampu dieksplorasi sedemikian rupa untuk membuat perannya sebagai seorang pahlawan sekaligus ayah bagi puterinya terlihat begitu meyakinkan. Sama halnya dengan Jamie Foxx. Karakter President James Sawyer memang jauh dari gambaran para Presiden Amerika Serikat yang banyak digambarkan di berbagai film Hollywood. Namun, dengan kemampuan aktingnya yang handal, karakter President James Sawyer yang memegang teguh prinsip cinta perdamaian namun mampu tampil konyol di banyak bagian, mampu hadir begitu hidup dan menyegarkan untuk diikuti. Bersama, Tatum dan Foxx juga hadir dengan chemistry yang sangat tepat dan terlihat nyaman dalam tampil berdampingan satu sama lain.

    Sama seperti Olympus Has Fallen, Emmerich juga melengkapi departemen aktingnya dengan deretan penampilan prima dari para aktor dan aktris watak yang dapat dengan mudah menghidupkan karakter yang mereka perankan – meskipun karakter-karakter yang mereka perankan terasa hadir tanpa peran cerita yang berarti. Beberapa nama mampu mencuri perhatian lewat penampilan mereka, seperti Jason Clarke dengan perannya sebagai pemimpin kelompok pemberontak yang brutal, Nicholas Wright sebagai penjaga tur keliling White House yang hadir dengan dialog-dialog penuh humor serta Joey King yang berperan sebagai puteri dari karakter John Cale. Richard Jenkins, James Woods dan Maggie Gyllenhaal juga hadir meyakinkan lewat peran mereka sekaligus cukup memperkokoh kualitas departemen akting film ini.

    Meskipun menghadirkan tema penceritaan yang terdengar familiar jika dibandingkan dengan Olympus Has Fallen yang telah dirilis beberapa bulan sebelumnya, Roland Emmerich harus diakui memberikan eksekusi aksi bercampur komedi yang cukup menarik untuk White House Down. Meskipun begitu, kelemahan naskah cerita film – yang harus diakui akan selalu menjadi masalah dalam setiap karya Emmerich, membuat White House Down cenderung terasa datar ketika tidak menghadirkan deretan dialog bernuansa humornya atau tampilan visual yang diwarnai ledakan dalam adegannya. Penampilan dinamis Channing Tatum dan Jamie Foxx beserta jajaran pengisi departemen akting film ini memang cukup untuk menjadi alasan dalam menyaksikan White House Down.

    Semoga Bermanfaat


    ADDMIN